LOVE….Taman orang-orang jatuh cinta dan

March 27th, 2008 by kakaaditia

Taman orang-orang jatuh cinta dan
Memendam Rindu

Cinta - sebentuk kata yang tetap saja mengguncangkan dunia, sedari masa
Adam-Hawa, Yusuf-Zulaika, Samson-Delilah, Romeo-Juliet, hingga sampai
masanya Cinta dan Rangga. Cerita cinta memang penuh romantika hingga tak
lekang diperjalanan masa. Ia mendorong penakut menjadi pemberani, orang
kikir menjadi dermawan, mencuci pikiran orang yang dengki, memfasihkan
lidah
orang yang gagap, membangkitkan keinginan orang yang lemah, merendahkan
kehormatan para raja, menampakkan kehebatan para pemberani, gejolak menjadi
tenang, akhlak dan kepribadian menjadi tertata, ada kegembiraan yang
menari-nari didalam jiwa dan kesenangan yang bersemayam di dalam hati.

Ya, cinta ? apapun kisahnya, tetap segar dihadapan mata.

Menghindari Cinta ?
Abu Naufal pernah ditanya, "Apakah seseorang bisa menghindar dari cinta ?".
Dia menjawab, "Bisa, yaitu orang yang hatinya keras dan bodoh, yang tidak
memiliki keutaman dan pemahaman, Sekalipun seseorang hanya memiliki sedikit
kepandaian, kehalusan penduduk Hijaz dan kepintaran penduduj Iraq, tidak
mungkin bisa menghindar dari Cinta ‘.

Cinta, suatu rasa yang tak pernah mungkin didusta, ia akan selalu
mengiringi
perjalanan setiap manusia. Ia hadir disetiap hembusan nafas, melantunkan
nada-nada indah yang senantiasa dinantikan. Bisa saja seseorang mengatakan
pada seluruh dunia bahwa ia tak pernah jatuh cinta, namun hatinya tak kan
pernah sepi dari rasa rindu, kecemasan ingin berjumpa, ketakutan
ditinggalkan, maupun kebahagiaan yang menyeruak tatkala sinyal-sinyal cinta
mulai berdenyut didalam dada.
Cinta adalah gejolak yang bisa ditampilkan
pada segenap dunia ataupun dikubur-dipendam dijurang sukma terdalam, namun
ia akan selalu ada - tak kan pernah tiada..

Perjalanan Cinta.
Cintalah yang pertama kali menegarkan hati
Ia datang bersama takdir berjalan beriringan
Jika pemuda berenang di samudera cinta tak bertepi
Datang banyak masalah yang tak tertanggungkan
Siapa yang sanggup memikul cinta dihati
Bencana datang bersama rahasia-rahasianya.

Permulaan cinta indah menawan dihati
Akhirnya kematian laksana permainan
Ia bermula dari pandangan dan canda
Menjalar dihati laksana bara api
Seperti api yang bermula dari percikan
Jika membesar ia akan membakar semua kayu.

Begitulah syair-syair para pecinta ketika menggambarkan cintanya. Suatu
kata
yang begitu bebas merdeka namun kini semakin terpasung didalam keangkuhan
nafsu manusia. Cinta yang mulanya begitu indah, kini hanya digambarkan
dengan kisah asmara dua sejoli yang penuh hasrat menggebu menutup
pintu-pintu kasih-sayang.

Dengan cinta, semestinya kedamaian yang tercipta, namun manakala syahwat
yang berkuasa, hanya derita yang akan tersisa. Kebebasan dalam menikmati
cinta akan terpenjara oleh komitmen penuh dusta, berjanji setia selamanya,
makan nggak makan asal berdua, dunia milik kita (yang lain numpang-red),
sehidup semati, kaulah segalanya, berkorban apapun aku rela.

Akhirnya saat pembuktian tiba tatkala tamu bulanan tak kunjung tiba, cemas
yang melanda, mual-mual dan menginginkan hal-hal yang tak biasa
(ngidam-red), semua bencana berkunjung serta-merta dikarenakan nafsu yang
telah membutakan cinta. Mulailah waktunya ikrar dipertanyakan, tanggung
jawab dicari, meletusnya bukit-bukit kehinaan.
Cinta, bagaimanapun indahnya, tatkala ia diselimuti dengan nasfu yang
merajalela, hanya akan mengantarkan derita.

Kemanakah Cinta Kau Persembahkan ?
Apakah cinta sucimu hanya akan kau persembahkan kepada dunia. Apapun
bentuknya, kekasih yang begitu jelita, keluarga yang penuh kehangatan,
teman
tempat berbagi cerita, harta yang berlimpah, jabatan yang tertinggi, tak
ada
yang berhak mendapatkan cinta sebelum kau persembahkan ia pada yang haq,
Sang Pencipta, penebar cinta diseluruh semesta.

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saaudara, istri-istri,
kaum keluargamu, harta kekayaah yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumag tempat tinggal yang kamu sukai,
adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan (dari) berjihad
dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (Q.S. at Taubah
24).

Sadarilah bahwa cinta sejati hanyalah milik Allah semata. Disebabkan oleh
cinta-Nyal kita hadir didunia, mendapatkan kesempatan istimewa untuk
menjadi
khalifah-Nya. Oleh karena itu, tak ada alasan bagi kita untuk menduakan
cinta-Nya. Ia yang telah menjadikan kita dengan segala kesempurnaan,
menjaga
kelangsungan hidup kita dengan tak putusnya mencurahkan rahmat dan nikmat
yang tiada terkira.

Tanpa cinta-Nya tak kan ada belaian kasih seorang ibu
pada anaknya, tak kan ada perjuangan seorang ayah untuk buah hatinya, tak
kan ada hangatnya sinar sang surya yang meyelimuti dunia, dan tak kan
pernah
kita jumpai keindahan dan pesona alam semesta yang begitu sempurna. Maha
besar Ia dengan segala cinta-Nya.

Marilah kembali menatap segala laku kita, apakah cinta kita telah berada
pada tempat yang semestinya. Apakah dalam jiwa kita tersimpan rindu yang
membara menanti perjumpaan dengan-Nya, Apakah hati kita memendam harap,
gelisah, cemas, dan takut tatkala bercermin diri, melihat segala amalan
yang
telah dilakukan selama ini. Mengharapkan diterimanya segala ibadah, dan
cemas serta takut apabila amal ini tidak diterima oleh-Nya. Apakah cinta
kita pada-Nya begitu tulus, sehingga kita akan senantiasa mencintai apa
yang
Ia cintai dan akan membenci apa yang Ia benci.
Apakah kita telah berbakti pada orangtua, karena Allah mencintai seorang
anak yang berbakti pada orangtuanya. Apakah kita rela berkorban menegakkan
kalimat-Nya di muka bumi, menyerukan yang ma’ruf dan mencegah segala yang
munkar, karena Allah mencintai hamba-Nya yang berjuang dijalan-Nya.
Bulatkan tekad, tetapkan niat, wujudkan dalam sikap, Allah cinta kami
tertinggi.

Islam tidak melarang sesuatu yang berguna bagi manusia, tetapi mengaturnya.
Cinta kasih dalam Islam mempunyai bagian-bagian yang berhubungan dengan
Sang
Pencipta, makhluk-Nya, pribadi-pribadi dan masyarakat. Apabila cinta kasih
keluar dari aturan, yang didapatnya bukan cinta kasih tetapi derita.
Tidakkah kita melihat bahwa Sang Pencipta memberikan sesuatu yang dapat
membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi umat manusia.

‘Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun
orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah". (Q.S. Al Baqarah: 165)

Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa dicari oleh kekasihnya
Apabila kilat cinta t’lah menyambar hati ini
Ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain
Apabila cinta Allah bertambah besar di dalam hatimu
Pastilah Allah menaruh cinta atasmu

Tak ada bunyi tepuk tangan hanya dengan satu tangan
Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir dan ketetapan yang membuat kita cinta
satu
dengan yang lain Sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan
kita (Potongan Puisi Jalaludin Rumi) .